CERPEN: BUNUH SUAMIMU SEBELUM PAGI
Ilustrasi: Serayu G. Ruhani Bunuh Suamimu Sebelum Pagi Karya: Aryasuta Pada pukul 03.49, Sukma mengeluarkan sebutir telur berisi suaminya. Ia sedang menunggu air mendidih ketika mulas turun dari ulu hati, melintasi pusar, kemudian mengeras di antara kedua pahanya. Sukma mematikan kompor, mengangkat ujung daster, dan berjongkok di atas pelepah pisang. Telur itu keluar bersama cairan bening. Besarnya hampir menyamai tabung gas tiga kilogram, hangat dan licin, seberat tubuh seorang pria yang telah dikuburkan empat puluh hari lalu. Di balik cangkangnya, sebuah jari sedang tumbuh. Cincin kawin melingkari pangkalnya. Sukma menaruh telur di atas karung beras. Dalam sebelas menit, Hayat akan menetas. Palu, ember, dua kain pel, dan sebungkus kopi instan telah tersedia di bawah jam dind...





