Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

CERPEN: BUNUH SUAMIMU SEBELUM PAGI

                                                      Ilustrasi: Serayu G. Ruhani   Bunuh Suamimu Sebelum Pagi  Karya: Aryasuta Pada pukul 03.49, Sukma mengeluarkan sebutir telur berisi suaminya. Ia sedang menunggu air mendidih ketika mulas turun dari ulu hati, melintasi pusar, kemudian mengeras di antara kedua pahanya. Sukma mematikan kompor, mengangkat ujung daster, dan berjongkok di atas pelepah pisang. Telur itu keluar bersama cairan bening. Besarnya hampir menyamai tabung gas tiga kilogram, hangat dan licin, seberat tubuh seorang pria yang telah dikuburkan empat puluh hari lalu. Di balik cangkangnya, sebuah jari sedang tumbuh. Cincin kawin melingkari pangkalnya. Sukma menaruh telur di atas karung beras. Dalam sebelas menit, Hayat akan menetas. Palu, ember, dua kain pel, dan sebungkus kopi instan telah tersedia di bawah jam dind...

Postingan Terbaru

Vladimir Nabokov dalam Lolita dan Batas Adaptasi Mediumnya

Hujan dan Anatomi Sebuah Simbol: Mengapa Kita Tidak Pernah Selesai Membicarakannya

Lebih Senyap dari Bisikan dan Goyangan di Dalam Rumah Tangga

Bayang Suram Pelangi: Membaca Arafat Nur Hari Ini

Bulan, Halaman Rumah, dan Surat yang Tak Sampai

Bulan Jatuh